followers

Minggu, 13 September 2015

Hanya wanita biasa

ia hanya wanita biasa, 
mencintai satu, dari semua kilau yang mendekati


ia hanya wanita biasa,
menyayangi satu, rela berlelah tanpa pamrih


ia hanya wanita biasa,
 yang telah dinyamankan oleh "sepi'
berani berkata cinta , takut mengalaminya (lagi)

ia hanya wanita biasa,
 begitu teduh menyayangi, lupa bahwa mawar putih menurutnya tercantikpun, akan layu..

ia hanya wanita biasa,
yang berada diruang tunggu..







Rabu, 02 September 2015

(Beda) : Ku izinkan kau dekat

Ku izinkan kau dekat,
tapi jika hanya tidak sengaja bertemu, bukan karena kita yang mengada-ada pertemuan.

ku izinkan kau dekat,
tapi bukan dengan cara kita selalu berkirim pesan 

ku izinkan kau dekat,
tapi jika kau masih menjaga apa yg dulu ku titipkan.

ku izinkan kau dekat,
tapi jika kau (masih) mampu membuatku tersenyum. 

ku izinkan kau dekat,
tapi jika kau (masih) mampu menghadirkan kenyamanan itu.

ku izinkan kau dekat,
tapi jika kau mampu tak mengungkit lalu yang buatku luka.

ku izinkan kau dekat,
asal kau bisa mengendalikan dirimu agar tak lebih dari "dekat"

kau dan aku, sama-sama tahu.
ada batas yang tak bisa dilewati, lebih dari sekedar tembok besar.
karena sedekat apapun kau dan aku,
Sang pemilik hati yg sebenarnya, takkan pernah mengizinkan.

kau dan aku, sama-sama tahu.
tak boleh lebih dekat" melebihi "dekat" dengan-NYA.

ku izinkan kau, hanya "dekat".






Kau masih sama

Kau masih sama,
masih menatapku nakal dengan jujur
kau masih sama,
tersenyum riang jika melihatku

kau masih sama,
menyihir bibir ini menjadi seulas senyum hingga terbahak.
kau masih sama,
menyebalkan. 

kau masih sama,
yang terkadang manja didekatku.
kau masih sama, 
mempercayaiku dalam mencurahkan kisahmu.
kau masih sama,
menyamankan yang mungkin tak pernah ku akui.

ku akui, kau senyaman itu, 
seperti lalu, sesingkat itu
sepenggal kisah kita yang tak sampai. 

kau, masih sama.